Pemuda Kumelembuai Mengaku Pilihan Lucifer
Artikel dikirim oleh Manado Today pada 20 Mei 2011 – 09:46
Soal Isu ‘GS’ di MinselKumelembuay Today – Terkait isu aliran sesat Gereja Setan (GS) yang menggemparkan warga Minsel, dikabarkan seorang pemuda berinisial SM alias Epen (20-an) warga Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai yang kesehariannya sebagai petani mengaku sebagai orang pilihan Lucifer atau raja iblis. Ini terungkap disaat Epen didoakan di salah satu gereja di Desa Kumelembuai untuk pelepasan pada Senin (16/05/2011) lalu.
Menurut Kumtua Kumelembuai Hanny Pelle, dalam pelepasan tersebut juga, Epen mengaku, sudah masuk dalam struktur inti organisasi sesat yang melakukan pemujaan terhadap raja iblis Lucifer.
“Saat doa pelepasan dia (Epen) mengaku sebagai pilihan Lucifer,” ujar Pelle, Jumat 20/05/2011).
Sementara itu, isu aliran sesat di Kumelembuai juga terkuak, setelah sejumlah Guru di SMA Negeri Kumelembuai menemukan, simbol gereja setan di handphon milik sejumlah siswa. Ceritanya, pada Sabtu (14/05/2011) lalu, kebetulan Siswa dan guru di SMA Kumelembuai melaksanakan kegiatan olahraga. Saat itu siswa berinisial GM alias Er dan sejumlah temannya tidak ikut kegiatan olahraga dan memilih berkumpul di salah satu ruangan kelas. Disana mereka asik mendengar lagu yang diduga sebagai lagu pemujaan Iblis beraliran heavy metal dan rock.
Disaat itu seorang guru Rendy Suwawa, memergoki Er Cs, dan langsung meminta HP mereka. Dalam pemeriksaan itu, ternyata sebagian besar gambar yang ada di handphone milik Er dan sejumlah siswa lainnya mengoleksi gambar simbol gereja setan dan kitab setan. Er yang didesak sejumlah guru, menyebut direkrut oleh Epen, bahkan Er mengaku sudah mencintai Lucifer sebagai tuhannya.
“Mungkin Er direkrut oleh Epen karena sering menumpangi motornya, apalagi keduanya satu jemaat” ujar HR Polla Kepala Sekolah SMA N Kumelembuai.
Selanjutnya dilaporkan kepada orang tua murid dan orang tua Epen. Di hari Minggu dan Senin (16/05/2011) mereka didoakan untuk pelepasan. Bahkan dari pihak sekolah memberikan bimbingan rohani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar